31 Mei 2012

untuk perokok ~> tuhan sembilan senti- Taufiq Ismail http://5menit.blogspot.com/2006/10/tuhan-sembilan-senti.html

if life was easy.. where would all the adventure be? #Noted

30 Mei 2012

Maafin ya bumiiil.. Aku baru makan :D

Rindu sudah taksabar ingin melompat ke jurang pertemuan, tapi dunia menagihnya alasan yg lebih dari sekadar bunuh diri.

waktu memang obat paling mujarab ^^

29 Mei 2012

SITAT


Aleia:

Aku bukan takingin menemanimu ke manapun kau ingin ditemani. Menemanimu adalah memanjakanmu bukan mendidikmu. Aku hanya akan menemanimu ke pemakaman. Nanti. Saat kau sudah takmampu melawan satu demi satu penyakitmu sendirian. Sebenarnya, itupun aku takmau. []

punya adik botak itu enak buat dikatain yah.. =))

Menikah: Berjuang Bersama

Beberapa waktu lalu saya mengobrol dengan salah satu teman yang baru resign dari pekerjaannya. Alasan terbesarnya berhenti bekerja adalah keterpisahannya dengan sang istri. Menurut saya keputusannya memang sangat tepat. Bayangkan, teman saya ini bekerja mobile Yogyakarta-Solo-Semarang-Surabaya. Dalam sepekan atau dua pekan, empat tempat itu harus ia sambangi. Tentu sangat sedikit waktu yang dapat ia isi bersama istrinya yang tinggal di Yogyakarta. Belum lagi sang istri adalah pegawai negeri yang sama-sama sering melakukan perjalanan dinas. Ada di mana kebersamaan yang menjadi tujuan utama pernikahan saat itu? Akhirnya ia memuntuskan untuk bekerja di Yogyakarta.


Beberapa pekan setelah ia resign, saya bercakap lagi dengan sahabat saya ini. Dia bercerita bahwa dalam sepekan ia akan melaksanakan turing Bandung-Jakarta. Dalam percakapan itu ia berujar, “Lagi lobi biar nyonya bisa diajak,” ujarnya. Ternyata keterpisahan itu tidak hanya disebabkan oleh pihak suami tapi juga oleh pihak istri. Pun ketika sang suami sudah resign, mereka belum bisa bersama karena sang istri masih terikat dengan rutinitas pekerjaan. Walaupun hasilnya tidak sama persis dengan harapan, mungkin paling tidak kebersamaan itu sudah diupayakan dan intensitas pertemuan bisa lebih banyak ketimbang ketika teman saya masih bekerja di tempat yang lama.


Pada waktu yang tidak lama saya juga bercakap dengan teman lain yang baru menikah dan sedang menjalankan studi magister di Malaysia. “Apa kabarmu dan istri? Sudah kembali ke Malaysia?” tanya saya. “Alhamdulillah baik. Ane sudah di Malaysia, istri sudah kembali ke Indonesia” Ujarnya. “Ho.. jadi istrimu nggak diajak ke sana?” saya bertanya lagi. “InsyaAllah sedang diikhtiarkan,” ujarnya.


Dua kisah ini dialami oleh dua teman saya yang baru menikah dan posisinya sebagai suami. Mereka mengusahakan kebersamaan dengan beberapa cara yang dapat diusahakan.


Kisah yang lain saya dapat dari teman halaqah yang tentu posisi mereka sebagai istri. Teman saya yang satu ini tinggal di Bandung dan suaminya bekerja sebagai pelaut. Selama 6 bulan suaminya melaut, setelah itu mendapat libur 2 bulan. Jadi, dalam 1 tahun mereka memiliki kesempatan bersama selama 4 bulan. Keterpisahan mereka jauh lebih lama ketimbang kebersamaan mereka. Sebagai seorang istri, teman saya bersedia ditinggalkan oleh suaminya yang sedang berikhtiar melaksanakan kewajibannya mencari nafkah untuk keluarga. Berdasarkan dua contoh sebelumnya, saya yakin suami teman saya ini pasti juga sedang mengusahakan pekerjaan lain yang dapat meminimalkan keterpisahan mereka.

***

Menikah itu berjuang bersama bukan hanya hidup bersama. Inilah simpulan sederhana yang saya dapat dari pengalaman tiga teman saya. Diusahakan sekeras apapun, keterpisahan itu pasti tetap ada. Saat benar-benar hidup bersama Senin – Minggu pun, seorang suami pasti berpisah dengan istrinya ketika bekerja. Sang suami pasti bekerja di kantor minimal dari pukul 08.00 s.d. 16.00. Jika pun sang suami adalah pembisnis, tetap saja ia harus melakukan marketing keluar rumah, tidak selamanya ada di rumah dan berkumpul bersama istri dan anak. Saya jadi teringat dengan ayah yang seorang pembisnis. Pusat bisnis ayah saya memang di rumah. Namun, tetap saja ada masanya ayah harus pergi ke luar rumah seharian. Ini menjadi bukti bahwa pada jenis pekerjaan apapun, keterpisahan pasti ada.


Begitupun sang istri, ada masanya ia mengantar anak ke sekolah atau bahkan menunggu anak disekolah. Ada juga masa ketika istri berbelanja sendiri tanpa perlu ditemani sang suami. Belum lagi biasanya lelaki mudah bosan dan enggan menemani istrinya berbelanja. Ini juga dapat kita kategorikan sebagai keterpisahan bukan? Ketika benar-benar bersama pun, suami-istri tentu tidak bisa terus menerus “gelendotan” berdua. Pasti akan muncul keterpisahan di antara mereka.


Kondisi di atas masih berkaitan dengan kehidupan keluarga pada umumnya. Tentu berbeda bagi keluarga-keluarga yang meniatkan pernikahannya sebagai keluarga da’wah. Ada masanya seorang suami harus mengisi halaqah. Ada masanya sang istri harus mengisi jalasah ruhiyah. Belum lagi daurah, mukhayyam, dan acara-acara yang berkaitan dengan kepentingan da’wah lainnya. Tentu amanah-amanah tersebut menuntuk hadirnya keterpisahan bukan? Keridhaan untuk ditinggalkan dan berjuang di ranah masing-masing adalah sesuatu yang harus disiapkan. Kebersamaan tidak lagi menjadi tujuan utama pernikahan. Berjuang bersama menjadi sesuatu yang diprioritaskan.


Di pondok Maqdis, kami dididik oleh Ustadz Saiful Islam dan Ummi Erna. Subhanallah, dalam sepekan ustadz mengisi kajian di beberapa radio, di televisi lokal, dan bahkan menjadi pembimbing umrah yang tentu ikut berangkat umroh. Beberapa waktu ini beliau mengisi daurah Quran di Brunai Darussalam. Tentu Ummi tidak ikut bepergian. Ia menjadi pemimpin rumah tangga di rumah, menggerakkan roda perekonomian rumah tangga. Tagihan listrik, telpon, keperluan dapur semua manajemen keuangannya diatur oleh ummi. Pihal-pihak luar yang akan mengundang ustadz untuk mengisi acara pun menghubungi ummi. Jadwal harian ustadz diatur oleh ummi. Belum lagi dalam sebulan ustadz bisa membimbing umarah dua kali. Ia lebih banyak beraktivitas di Makkah dan Madinah ketimbang di Indonesia. Kondisi ini pun melahirkan keterpisahan bukan?

***

Setiap orang punya kecemasan masing-masing, takterkecuali saya. Harus mengajar 3 tahun di universitas yang ditentukan DIKTI adalah sesuatu yang melahirkan keseraman tersendiri di benak saya. Mana ada suami yang mau ditinggal-tinggal oleh istrinya. Alih-alih bersedia menjadi suami, ikhwan-ikhwan pasti menolak sejak membaca proposal yang berisi pernyataan tentang keterpisahan ini. *ngenes banget bayangannya ahaha! Inilah kekhawatiran saya awalnya. Mana ada suami yang mau mengalah dengan terkesan “menguntit” istrinya. Di mana-mana, istri yang ikut suami bukan suami yang ikut istri. *jedeeeng!


“Tapi kan Allah Swt nyiptain satu orang spesial buat kamu Nda! Dia pasti mau nemenin kamu ke mana ajah.” Eciye ciyeee! Hati kecil saya membagi kegembiraan. Suami saya bukan orang yang menikah untuk kebersamaan. Dia meminang saya untuk sebuah perjuangan. Menikah itu bukan hanya untuk hidup bersama tapi juga berjuang bersama. Biarlah kami terserak di dunia tapi bisa bersama selamanya di surga Aamiin. Husnudzhan itu indah ^^9


*dari sini
** gambar hasil googling :D

28 Mei 2012

Operasi tumor bisa memungkinkan kemunculan kanker gak? *NanyaSerius

[semacam adegan India n Korea drama] Lari-lari ngejar bis kampus. Ada cowok di bis yang ngingetin supir buat berhenti. Aku duduk di tengah, dia di paling belakang. Lalu dia lenyap. The end :))

Nonton ujian disertasi linguistik bahasa Jepang --a

27 Mei 2012

Bosan saat bertemu itu biasa bagi orang yang takmengerti rasanya menunggu. #Noted

EMP4T #Sesuatu Tentang Aku



ditimpuk Dyas....
*Entah mengapa dia kepo tentang aku :))



1. Empat kerjaan/profesi yang pernah kamu lakukan :
a. penulis - 3 Buku GJ
b. sekretaris - Rumah Sehat Indonesia
c. newsroom majalah - Rumah Lentera
d. guru bahasa Korea - Les privat

2. Empat Profesi Yang ingin kamu lakukan :
a. best mother
b. scriptwritter
c. program director acara TV
d. dosen

3. Empat Tempat tinggal yang pernah di tinggali :
a. Denpasar - Rumah keluargaku
b. Tasikmalaya - Rumah Nenek
c. Jatinangor - Kosan pas ngampus S1
d. Bandung - Asrama Maqdis

4. Empat Negara/Daerah/tempat yang ingin kamu kunjungi :
a. Korea Selatan
b. Makkah & Madinah
c. Badar
d. Palestina

5. Empat Film yang paling kamu suka :
a. Titanic - tanggal bersejarahnya sesuwatu
b. Hamlet - shakespeare selalu puitis
c. Moment To Remember - alzheimer itu menyeramkan
d. Love Is Cinta - Selesaikan amanah sebelum mati

6. Empat lagu yang paling kamu suka saat ini :
a. Alhamdulillah - Maher Zain
b. The Creator - Samy Yusuf
c. -
d. -

7. Empat TV Show yang paling kamu suka saat ini :
a. OVJ
b. -
c. -
d. -

8. Empat buku terakhir yang kamu baca :
a. Derrida - Muhammad Al Fayyadl
b. Imagining Lara Croft - Audifax
c. Dunia Yang Dilipat - Yasraf Amir Piliang
d. Kiat Manajemen Waktu - Abdullah Gymnastiar

9. Empat Public Figur yang kamu suka saat ini :
a. Kuntowijoyo
b. Aa Gym
c. Saiful Islam Mubarak
d. Seno Gumira Ajidarma

10. Empat berita yang paling santer kamu dengar belakangan ini :
a. Pilgub Jakarta
b. Irshad Manji
c. Lady Gaga
d. Sukhoi

11. Empat hal yang tentang dirimu yang orang mungkin tidak tahu :
a. gak suka baca fiksi kecuali kumpulan puisi
b. punya [semacam] kebencian sama salah satu smartphone
c. suka mitologi Barthes
d. suka pergi-pergi sendirian

12. Empat Makanan yang sangat kamu inginkan belakangan :
a. Pepes Ayam - buatan mama
b. Nasi Goreng - buatan mama
c. Plecing Kangkung - buatan mama
d. Ayam mesre -buatan mama

13. Empat website yg sering dibuka :
a. fimadani
b. multiply
c. langitshabrina.com
d. google.com

14. Empat Home MPers yang paling sering kamu kunjungi :
a. nobita87
b. azizrizki
c. laelifajriyah
d.

15 Empat MPers yang ingin kamu ajak kopdar.:
a. Dyas - dyasbaik
b. Anty - cinderellanty
c. Kiki - azizrizki
d. Dyah - onezonemine

16. Empat MPers yang beruntung dapat tugas ini
a. Nurbarida Intan
b. Iyuk
c. Laeli
d. Dyah


catatan:

6 : Ringtone HP (sedang berusaha gak dengerin lagu kecuali gak sengaja denger)

7 : Gak bisa nonton TV. OVJ ~> calon objek penelitian tesis yang lagi bikin galau antara OVJ dan Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia - Taufiq Ismail

8 : Buku-buku Kajian Budaya Kontenporer yang dipakek buat ngerjain tugas kuliah.
    Buku Aa Gym yang lagi aku edit a.k.a gak suka menyengaja baca buku :))

14 : Jarang blog walking *akibat inbox disetting kontak doang






 

cemburu itu cappucino diseduh sama garem ;))

Belajar Merajut Bros


Karya pertama karena cuma punya benang ini awalnya


Pengen posting sesuwatu, tapi nggak ada bahan tulisan. Secara hari ini riweuh deadline editan buku. Akhirnyaaaaa posting hasil rajutanku yang sederhana ini. Semangat belajar lagi ^^9

26 Mei 2012

Kemarin aku udah lari2 gegare telat, ternyata gak ada dosennya. Hari ini adik sekamar lari2 gegara telat juga, baru masuk 5 menit kuliah udah beres. *kebiasaan buruk yg menular

25 Mei 2012

Apapun yang diberikan Allah kepadamu ada karena Dia tahu kamu butuh. Jika apa yang kamu dapat taksemisal apa yang didapat orang lain, yakinlah mereka butuh itu dan kamu tak butuh. #NtMS

Malem ini selembaaar aja Ya Robb.. *BerdoaSerius

baru nemu lagi,, seorang akhwat yang gak kuliah karena mencucikan baju sahabatnya yang bertumpuk di kamar mandi akibat amanahnya yang segudang. :')

Seorang Wanita Yang Menunggu Telepon Berdering


Jari-jari yang kukunya runcing itu kini memijit-mijit tombol, namun ia takpernah berani menyelesaikannya. Ia takpunya cukup keberanian untuk menghadapi kenyataan bahwa ia ingin bicara dengan seseorang pada malam selarut ini. Tangannya terus saja bergerak memijit tombol-tombol, tapi semuanya itu takpernah selesai. Pernah juga ia menyelesaikan nomor-nomor yang diingatnya, untuk segera ditutupnya begitu telpon di seberang diangkat. Ia tak cukup berani.








*kutipan dari kumcer Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta [SGA]
** gambar dari sini